Wamentan 2, Dr. Alim Setiawan Slamet Koordinasikan Dukungan BRMP pada Program Strategis Kementan
Jakarta (20/10) – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) berkesempatan untuk dapat dikunjungi oleh Wakil Menteri Pertanian 2, Dr. Alim Setiawan Slamet di kantor BRMP di Pasarminggu. Wamentan 2 menjelaskan bahwa Ia mendapatkan 4 tugas khusus dalam mendorong terlaksananya Program Strategis Kementan, yaitu Program PMAAS, Pencapaian peningkatan produksi kedelai, bawang putih dan persiapan peralihan bioenergi. Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Fadjry Djufry, M.Si. GRCE menyampaikan dalam presentasinya bahwa Badannya telah bertransformasi sebanyak 2 kali setelah penetapan Perpres 11/2019 setelah disatukannya pelaksanaan riset dalam satu badan. Saat ini dengan penguatan tambahan institusinya dengan Penyuluh sebanyak 38rb untuk dapat ditempatkan di BRMP Provinsi, maka institusinya akan menjadi institusi yang lengkap karena berada di seluruh Provinsi dengan bidang komoditas dan penyuluh yang ikut menjadi kepanjangan tangan dari penerapan modernisasi, jelasnya.
Wamentan yang menyimak penjelasan juga melihat potensi bahwa BRMP adalah Lembaga besar yang perannya sejak dari awal Badan Litbang dahulu telah diperkuat dengan infrastruktur dan sarana prasarana yang cukup memadai. Ia meyakini perannya nanti dalam mengkoordinasikan hal ini bisa makin memperkuat akselerasi pencapaian program strategis Kementan, ungkapnya.
Diperiode diskusi diungkapkan oleh Kapus TP, Dr. Haris Syahbudin atas implementasi PMAAS yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan untuk peningkatan produktivitas kedelai sedang dilakukan pengujian sistem tanam PMAAS untuk kedelai juga. Dr. Inti Pertiwi, selaku Kapus Hortikultura juga menyampaikan progress dalam memperoleh benih bawang putih yang kondisinya memang masih import sebanyak 550rb ton di tahun 2025. Pihaknya melakukan pengujian di beberapa Lokasi bawang putih termasuk dengan mendatangkan umbi bawang dari hasil kerja sama dengan luar negeri. Mengenai bioenergy, Kepala Pusat Perkebunan juga menyampaikan mengenai dukungan bioreaktor B100 yang sudah diujicobakan di BRMP Tanaman Industri dan Penyegar di Pakuwon, Sukabumi. Kapus BUN mengundang untuk melihat langsung di BRMP TRI dan memperkenalkan bioreaktor yang selama ini digunakan mandiri untuk kendaraan diesel kantor BRMP TRI.
Di akhir dalam kondisi kebutuhan pelaksanaan riset hulu tidak ada lagi di K/L teknis Wamentan menjanjikan diskusi tindak lanjut dengan BRIN terutama untuk sinergi kebutuhan akselerasi program tadi. Penutup diskusi disebutkan oleh Kepala Badan untuk kesiapan pihak BRMP diseluruh provinsi dalam mendukung program kerja Wamentan 2 mendatang.